Rabu, 18 November 2009

Ende Kawasan Pengembangan Pariwisata

Dinas Pariwisata Kabupaten Ende saat ini sedang mengembangkan sebuah rencana induk kebudayaan dan pariwisata di wilayah ini. Rencana pembangunan dibagi menjadi 2 wilayah pengembangan atraksi pariwisata termasuk salah satu kota Ende dan sekitarnya dan pengembangan dua kawasan wisata Air Panas Detusoko lokasi di Kota Detusoko, Danau Flores Flores di Kecamatan dan Desa di Kecamatan Ndona adat Wolotopo. Demikian disampaikan Kepala Departemen (Kepala) Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ende, Dra Anna Anny Labina. Kamis (25 / 9)

Kadi kata Labina Kabupaten Ende ikon besar bisa dijual kepada wisatawan adalah situs Kota Bung Karno dan Danau Ende Flores Flores di Kota. Untuk itu rencana untuk mengembangkan pariwisata di daerah 2 untuk saling mendukung kedua ikon.

Selain situs Bung Karno, kata Kepala Labina, pengembangan pariwisata harus diatur satu yang akan menarik bagi wisatawan Meseum Bahari, Tenun Ikat Museum dan tempat-tempat lain di seluruh pengrajin orang kota Ende. Sementara pembangunan dua daerah lain Detusoko di Kota Air Panas Detusoko, daerah juga harus diatur dan ada tempat agrowisata. Karena daerah Labina kata Kadis, tetapi ada budidaya padi (pertanian) dan juga harus ada perkebunan. "Tapi untuk menciptakan sebuah tempat yang seharusnya agro kerjasama lintas sektor dan kebutuhan untuk membangun sebuah restoran atau menu restoran bisa lauknya ikan air tawar," kata Kepala Labina.

Kepala Labina menjelaskan lebih lanjut Danau Kelimutu daerah, keindahan alam yang luar biasa dan di seluruh dunia. Untuk mendukung keindahan terus Kadis Labina, sekarang Flores Taman Nasional (TNK) telah menbangun lokasi wisata minat khusus untuk melacak sepanjang 8.5 km. Untuk melacak lokasi kebun masa lalu di mana petani memiliki tanaman dan buah-buahan dan desa-desa tradisional. Adapun kotapraja Labina adat Wolotopo kata Kadis, adalah subur dan rapi
Sumber: www.endekab.go.id

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©2009 ENDE KOTAKU | by TNB